Halo sahabat Tuanbagues,kali ini untuk melengkapi artikel sebelumnya Kita akan bedah ekosistem payment gateway Indonesia dari yang enterprise sampai agregator kecil.
Sedikit realita industri dulu:
Indonesia punya puluhan payment gateway, tapi yang benar-benar populer hanya sekitar 10–20. Sisanya adalah aggregator, reseller channel, atau white-label gateway.
Gateway sendiri adalah sistem yang menghubungkan merchant dengan bank, kartu kredit, e-wallet, dan metode pembayaran lain sehingga transaksi online dapat diproses otomatis.
Sekarang kita masuk ke dalam daftar besar.
1. Daftar 90+ Payment Gateway Indonesia
Tier 1 (Enterprise / Besar)
Ini pemain serius yang dipakai startup dan perusahaan besar.
- Midtrans
- Xendit
- DOKU
- Faspay
- Nicepay
- iPay88
- Veritrans
- PrismaLink
- Tpay
- Finpay
- Artajasa Payment
- Espay
- Nets Indonesia
- Adyen Indonesia
- Paypal Indonesia
- Stripe Indonesia (terbatas)
Tier 2 (Payment Gateway Nasional)
Biasanya dipakai ecommerce, SaaS, dan platform digital.
- Duitku
- Tripay
- iPaymu
- OY! Indonesia
- Paydisini
- Winpay
- DewaPay
- Bayarind
- Cashlez Payment
- Kartuku
- Moka Payment
- Paper.id Payment
- Biller Indonesia
- Ayopay
- Speedcash
- Paylabs
- Xfers Indonesia
- Payku
- Fastpay
- Gudang Voucher Pay
- Payfazz
Tier 3 (Aggregator Gateway)
Biasanya dipakai panel digital product.
- Paydisini
- Paykun
- iPay88 reseller
- Digiflazz Payment
- Vipayment
- Paypound
- Duitpay
- Billerku
- Payx
- Paystore
- Paylabs gateway
- Fastpay gateway
- Payfast Indonesia
Tier 4 (Fintech Payment Infrastructure)
Ini lebih ke API pembayaran.
- Ayoconnect
- Brick API
- Finantier
- Xfers
- DANA Business API
- OVO Payment API
- ShopeePay Merchant API
- Gopay API
- LinkAja API
- BCA Payment API
- BRI Payment API
- Mandiri Payment API
Tier 5 (White Label / Reseller Gateway)
Biasanya digunakan developer kecil.
- Paygate Indonesia
- Paymentku
- Gatepay
- Payindo
- Transpay
- IndoPay
- Smartpay
- Tokopay
- Kiospay
- Zpay
- Indopay gateway
- Billerpay
- Bayarku
Tier 6 (Digital Product Gateway)
Sering dipakai jualan digital.
- Mayar
- Payhere
- Paymongo Indonesia
- Paddle
- LemonSqueezy
- Paystack Asia
- Dodo Payments
- Payoneer Checkout
- 2Checkout
- FastSpring
Tier 7 (Micro Gateway / Panel)
Biasanya dipakai untuk:
- panel game
- panel pulsa
- marketplace kecil
- Paylabs mini
- Paystore mini
- Biller mini
- Payxpress
- IndoBilling
- SmartBiller
- EasyPay Indonesia
2. Perbandingan Fee Payment Gateway
Ini gambaran fee rata-rata industri Indonesia.
| Gateway | VA Bank | QRIS | Kartu Kredit | Retail |
|---|---|---|---|---|
| Midtrans | ~Rp4.000 | 0.7% | 2.9% + Rp2000 | Rp5000 |
| Xendit | Rp4500 | 0.7% | 2.9% + Rp2000 | Rp5000 |
| Duitku | Rp2500-4500 | 0.7% | 3-4.5% | Rp5000 |
| Tripay | Rp4500-6500 | 0.7% | 3-4% | Rp5000 |
| iPaymu | Rp2500-5000 | 0.7% | 3.5-4.5% | Rp5000 |
| Faspay | Rp4000 | 0.7% | 3% + Rp3000 | Rp2000+ |
| Nicepay | Rp4000 | 0.7% | 2.9% | Rp5000 |
QRIS di Indonesia memang relatif murah karena standar nasional sekitar 0.7% MDR.
3. Payment Gateway Terbaik untuk SaaS / Marketplace
Tidak semua gateway cocok untuk model SaaS.
Top 5 SaaS
- Midtrans
- Xendit
- DOKU
- Faspay
- Paddle
Kenapa?
Karena mereka punya:
- recurring payment
- subscription billing
- webhook API
- disbursement
- marketplace split payment
Contohnya Xendit menyediakan API dan sistem disbursement massal untuk marketplace.
4. Alternatif Stripe di Indonesia
Stripe terkenal karena API-first payment system.
Masalahnya:
Stripe di Indonesia masih terbatas dan belum selengkap negara lain.
Alternatif terbaik:
Alternatif Stripe lokal
- Midtrans
- Xendit
- DOKU
- Faspay
Alternatif Stripe global
- Paddle
- LemonSqueezy
- FastSpring
- Payoneer Checkout
- 2Checkout
Insight Industri (yang jarang dibahas)
Realita developer di Indonesia:
- Startup besar → Midtrans / Xendit
- SaaS global → Paddle / LemonSqueezy
- UMKM → Duitku / Tripay
- Panel digital → Paydisini / Digiflazz
Kenapa?
Karena regulasi Bank Indonesia sangat ketat, sehingga hanya beberapa gateway yang punya lisensi lengkap.
Saya jawab jujur saja,Membuat payment gateway sendiri di Indonesia itu bukan sekadar Punya Perusahaan,Tim IT dan Memiliki coding API dan sistem managemen tetepi ada aturan ketat di dalam bisnis ini yang di awasi dan di atur oleh pemerintah,oleh karena itu sebelum kalian memulai membuat Payment Gateway sediri alangkah terlebih dahulu mengikuti regulasi dari pemerintah itu sendiri dan melengkapi cara cara administrasi,dan juga memahami aturan main karena sebelum kita membuat semua itu jadi perushaan harus
Butuh:
- izin Bank Indonesia
- koneksi bank
- PCI DSS
- settlement system
Yang artinya modal bisa puluhan miliar.
jadi karena aturan main di indonesia yang begitu banyak jalur dan prosedur alangkah lebih baiknya sebelum kita mendirikan perushaan harus memahami regulasi tersebut,agar nanti perushaan tidak sia-sia.